Keseorangan di kejauhan mematah hati sedikit demi sedikit.
Air mata melirik pipi
Puncanya...
Hati terlalu keras untuk merasa perasaan sehingga menyiksa jiwa. Jiwa meronta. Meminta dirasa. Tapi apakan daya hati tak mampu. Hati terlalu keras. Hati hanya mahu gembira dengan memetik hiburan. Membuang rasa. Gembira. Sekadar luaran. Bukan dalaman.
Jiwa terdesak. Kesakitan. Terkurung. Kongkongan lokap hati kebal mencabut rasa. Jiwa dan rasa terpisah. Terlalu lama. Hingga saling tak kenal. Hingga seluruh jasad terkulai. Jiwa sudah air. Rasa sudah api. Lawan bukan kawan. Sekarang hati pula tersiksa. Memakan diri.
No comments:
Post a Comment